UPACARA PELEPASAN PERWIRA TRANSPORTASI KE-100 Diklat Pelaut Tingkat III Nautika Gelombang 5 Tahun 2025
BP3IP Jakarta Cetak Sejarah: Lepas 92 Perwira Transportasi Laut pada Wisuda Ke-100
Balai Besar Pendidikan Penyegaran dan Peningkatan Ilmu Pelayaran (BP3IP) Jakarta kembali mengukuhkan eksistensinya sebagai institusi pencetak SDM maritim unggul. Pada Rabu (25/02/2026), suasana khidmat dan haru menyelimuti gelaran Upacara Pelepasan Perwira Transportasi Laut ke-100 yang berlangsung di Jakarta.
Sebanyak 92 peserta diklat lulusan Program Diklat Pelaut Tingkat III Bidang Keahlian Nautika Gelombang 5 Tahun 2025 resmi dilantik. Momen ini menjadi sangat spesial karena menandai pencapaian tonggak sejarah ke-100 prosesi wisuda yang telah dilaksanakan oleh BP3IP dalam mencetak perwira-perwira samudera.
Laporan Pendidikan dan Prosesi Sakral
Acara diawali dengan pembacaan laporan pendidikan oleh Didin Alfiani selaku Plt. Kepala Bidang Penyelenggara. Dalam laporannya, dipaparkan keberhasilan para peserta dalam menempuh seluruh kurikulum dan persyaratan akademik yang ketat sebagai modal utama menjadi perwira yang kompeten.
Puncak acara ditandai dengan prosesi sakral pengalungan samir dan penyerahan sertifikat secara simbolis kepada perwakilan wisudawan oleh Inspektur Upacara. Prosesi ini disaksikan langsung oleh para keluarga wisudawan yang hadir; tangis haru dan senyum bangga terpancar saat putra-putri mereka resmi dikukuhkan sebagai perwira transportasi laut.
Amanat Direktur: Profesional dan Berprinsip
Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Direktur BP3IP Jakarta, Dr. Asmul Khairi, S.Pd., M.M., menyampaikan pesan-pesan fundamental bagi para perwira baru. Mengangkat tema “Professional and Principled Maritime Officers”, beliau menekankan bahwa perwira masa depan wajib memiliki keseimbangan antara aspek teknis dan moral.
“Tema ini mengandung makna bahwa perwira maritim tidak hanya dituntut memiliki kompetensi teknis yang unggul, tetapi juga harus berpegang teguh pada prinsip, etika, dan integritas. Profesionalisme tanpa prinsip akan kehilangan arah, dan prinsip tanpa kompetensi tidak akan mampu menjawab tantangan zaman,” tegas Dr. Asmul Khairi dalam sambutannya.
Beliau juga mengingatkan para lulusan untuk meneladani jiwa kepemimpinan yang menyatu dengan anak buah. Menurutnya, seorang perwira tidak boleh hanya memerintah dari atas, melainkan harus hadir bersama awak kapal, memimpin dengan keteladanan, serta menjaga integritas di tengah samudra.
Harapan bagi Masa Depan Maritim Indonesia
Kepada para lulusan, Direktur berpesan agar mereka senantiasa menjaga nama baik almamater BP3IP di mana pun bertugas. Ia berharap para perwira ini mampu menebarkan energi positif bagi rekan sesama pelaut agar terus termotivasi meningkatkan ilmu pengetahuan.
“Keberhasilan ini bukan sekadar akhir perjalanan, melainkan awal pengabdian sejati bagi bangsa dan negara. Semoga para lulusan mampu menapaki cita-cita besar menjadikan Indonesia sebagai bangsa maritim yang tangguh, berdaulat, dan disegani dunia,” tutupnya.
Upacara diakhiri dengan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan ke-100. Dengan bekal ilmu dan karakter yang telah ditempa di BP3IP, ke-92 perwira ini siap berlayar mengarungi tantangan global demi kejayaan maritim Indonesia.






















